Sebuah tempat menarikan aksara. Blog link

Table of Content

Kemenangan Maroko di Piala Dunia 2022, Flashback Sejarah dan Pertunjukan Keindahan Islam

Postingan ini dalam rangka ikutan euforia kemenangan Maroko VS Spanyol pada Selasa (6/12/2022). Saya sih sebenanrya tidak begitu tertarik pada dunia sepakbola. Ya, sekedar tau Ronaldo, Messi, dll. Saya juga bukan yang rela bela-belain tidak tidur demi nonton pertandingan bola. 

Logo Piala Dunia 2022
Source : Pinterest
Namun, berhubung penyelenggaranya sekarang adalah Qatar dan banyak membawa warna Islam maka saya pun cukup kepo. Dimulai dari biaya nya yang terbesar selama penyelenggaraan Piala Dunia. Dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan juga percakapan seorang difable bernama Ghanim Al Muftah. Juga sederet media dakwah yang ditawarkan Qatar selama Piala Dunia. 

Intinya Piala Dunia kali ni Qatar cukup lihai memanfaatkkan moment. Getol memperkenalkan Islam pada dunia yang seringkali di underestimate oleh Barat.

Kemudian yang cukup menyita perhatian juga saat si Jerman berulah dengan symbol one love nya yang berakhir mereka angkat koper dari Qatar. Syukrin. Sebenarnya ada banyak sih negara peserta Piala Dunia yang mendukung gerakan BGTLIQ tapi Jerman ini yang paling ngeyel.

Dengan dalih open minded dan HAM mereka seakan-akan ingin seluruh dunia membenarkan apa yang mereka anggap benar. Ya, gak bisa dong. Apalagi jelas-jelas itu penyimpangan dalam agama Islam. Umat Muslim itu toleran terhadap perbedaan tapi tidak terhadap penyimpangan.  

Secara negara peserta yang menarik perhatian juga ada beberapa selain si Jerman ngeyel. Ada Jepang yang super disiplin soal kebersihan. Dan juga ada Maroko yang dalam penampilannya banyak mengagetkan bahkan disebut tidak ramah judi karena dipastikan banyak yang kalah. Hahahaha…

Selain skill main yang mengantarkan negeri The Lion of Atlas ke babak 16 besar, mereka juga menarik dengan beberapa tingkah selama bermain. Oh ya, julukan The Lion Of Atlas terinspirasi dari Singa Berber penghuni Pegunungan Atlas, Afrika Utara. Singa yang tangguh karena selalu menjelajahi pegunungan Atlas yang melintasi Maroko.

Ada banyak hikmah bertaburan dengan kemenangan Maroko. Apa saja itu?

Kalau para pemain dunia saat menang mendatangi kekasih lalu peluk cium. Maka Piala Dunia kali ini membawa warna baru. Beberapa kali setelah kemenangan Hakimi mencari ibunya dan langsung peluk cium. So sweet sekali. Bukan hanya Hakimi yang melakukan ini tetapi sang pelatih Walid Regragui juga melakukan hal yang sama.  

Walid Regragui ini unik. Dia dijuluki Head of Avocado atau Kepala Alpukat sebagai cemoohan dari para kritikus sepakbola. Dianggap tidak mampu untuk melatih tim Maroko. Ternyata Walid lah yang menjadi perantara lolosnya Maroko untuk pertama kalinya ke 8 besar.

Walid Regragui ditonton langsung oleh ibundanya, Fatimah berangkat dari Paris untuk pertama kalinya melihat tim asuhan anaknya berlaga. Dan tepat saat kemenangan diraih oleh Maroko, Walid bergegas ke arah Tribun dan peluk cium ibunya.

Saat negara-negara barat krisis rasa kekeluargaan, praa pemain Maroko menujukkan sweetnya keluarga dan ini dilandasi oleh Islam tentu saja.

Next. Selebrasi sujud. Love it banget. Sebagai sebuah perhatian kepada dunia bahwa sehebat apapun pencapaianmu kamu tetap seorang hamba yang perlu sujud. Menghantam telak para atheis yang dengan jumawa memamerkan hidupnya yang tanpa tuhan.

Ini juga sebagai sign bagi seluruh umat muslim untuk tidak ragu menunjukkan ke Islam -an. Saat ini banyak yang ragu saat terlalu vulgar mempertontonkan ke-Islam-an karena takut dianggap kuno dan terbelakang.

Membawa Bendera Palestina. Beberapa kali Maroko dan para supporternya membuat mental si Israhell. Why? Mereka dengan berani menenteng dan mengibarkan bendera Palestina. Love it. Dan pengibaran bendera Palestina juga jadi selebrasi andalan setelah pertandingan. Termasuk saat memenangkan laga menuju perempat final.

Pas liat postingan Gen Saladin ternyata Maroko dan Palestina punya hubungan sejarah. Dengan jarak wilayah sekitar 5000 km, pasukan Salahuddin Al Ayyubi ketika membebaskan Palestina, 20-25 % diisi oleh orang Maroko. Masya Allah

Nah, yang tidak kalah menarik, sejarah dibalik pertandingan Maroko VS Spanyol yang dimenangkan oleh Maroko. Ini seperti flashback kemenangan pasukan Thariq bin Ziyad melawan Raja Visigoth 1311 tahun silam.

Pasukan Thariq Bin Ziyad berasal dari Maroko dan wilayah Afrika Utara lainnya. Sedangkan pasukan Raja Visigoth mewakili Romawi Timur tepatnya dari Spanyol.

Jika saat ini mereka bertarung di Stadium Education Qatar, maka dulu medan pertandingannya di Lembah Barbate atau Rio Barbate pada tahun 711-722 M.

Secara kasat mata dan perhitungan manusia, laga Maroko VS Spanyol 65 % kemungkinan menang ada di pihak Spanyol. Namun, prediksi bisa meleset jika sudah Kun Fayakun. Sebagaimana dulu jumlah pasukan muslimin dan pasukan Roderic adalah 12.000 : 100.000. Dan panggung sejarah menyaksikan kemenangan pasukan sedikit itu.

Kemenangan pasukan Thariq bin Ziyad menandai lapangnya jalan dakwah ke Eropa. Semoga hal yang sama juga terjadi dengan kemenangan Maroko. Terlebih daya pikat sepakbola bagi warga Eropa sudah seperti Tuhan.

Pada laga kedepan Maroko akan berhadapan dengan Portugal. Wilayah yang dulunya juga bekas Andalusia. Semoga hasil terbaik bagi Maroko. 

Update Pasca Laga Maroko VS Portugal

Alhamdulillah... Masya Allah... Pada pertandingan yang digelar Sabtu (10/12/2022) Maroko kembali meraih kemenangan. Menorehkan sejarah baru sebagai tim Afrika pertama yang masuk ke babak Semifinal. 

Pertandingan selanjutnya akan menghadapi Prancis. Hmmmm.... benar-benar flashback sejarah Andalusia. Dan lagi-lagi dibuat jatuh cinta sama selebrasi sujud dan so sweet sama Ibu. 

Semoga hasil terbaik lagi untuk Maroko saat melawan Prancis hari kamis nanti. 

Posting Komentar