Sebuah tempat menarikan aksara. Blog link

Table of Content

#ReviewBuku "The Untold Islamic History" -Sejarah Islam yang Belum Terungkap-

⥵ Deskripsi

Judul : The Untold Islamic History –Sejarah Islam yang Belum Terungkap-
Penulis : Edgar Hamas
Tahun Terbit : 2021

 ⥵ Review

Sebelum mereview buku ini, saya mau sedikit cerita tentang tempat dimana foto buku ini diambil. Latar foto adalah dua situs penting di kawasan benteng terluas di dunia. Buat yang belum tau, benteng terluas di dunia terletak di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Namanya Benteng Keraton Buton

bb

Ada alasan kuat kenapa buku ini dipilih sebagai teman jalan waktu itu. Sebab buku ”The Untold Islamic History” berhasil menciptakan sensasi berbeda tentang keraton yang dibangun pada rentang tahun 1591-1596 ini.

Beberapa kali kunjungan sebelumnya, feel-nya biasa saja. Sekedar foto-foto dan baca-baca keterangan yang tertulis di beberapa situs.

Namun, setelah baca buku karya Edgar Hamas ini, feel-nya tuh beda. Ada rasa kekaguman, pertanyaan, juga banyak hikmah yang bisa direguk. 

Misalnya, timbul kekaguman pada orang-orang yang berhasil membawa Islam hingga ke Tanah Buton.

Mereka datang dari jauh, menentang segala marabahaya dalam perjalanan demi menyebarkan Islam. Meninggalkan segala kenyamanan kampung halaman dan keluarga demi menyebarluaskan dakwah.

Padahal zaman itu sarana trasnportasi masih sangat terbatas dan belum secanggih saat ini.

Apa kabar kita hari ini? Dengan segala kemudahan yang bisa dinikmati, sudah sejauh mana gerak dakwah kita? 

Lalu, timbul pula pertanyaan.

Bagaimana para pendatang itu bisa mempengaruhi satu kawasan baru sehingga menerima apa yang dikatakan?

Datang membentuk sebuah peradaban baru. Mereformasi sistem pemerintahan yang tadinya berbentuk kerajaan menjadi bentuk kesultanan

Memberikan inspirasi sistem pertahanan berupa benteng yang mana benteng merupakan ciri khas pertahanan di Timur Tengah.

Coba deh bayangkan, ada orang pergi ke suatu tempat antah berantah lalu membuat perubahan-perubahan tersebut.

Kalau dia tidak cerdas, tidak punya wibawa, tidak paham komunikasi publik, sistem pemerintahan, system militer. Mustahil bisa punya impact sedahsyat itu kan?

Hikmahnya bahwa dakwah itu hanya bisa disebarkan oleh orang-orang cerdas. So, yuk jadi muslim CERDAS.

Ok. Sampai sini dulu cerita tentang Keraton Buton. Meski sebenarnya masih ada baaanyak hal lain yang bisa saya dapatkan. Misalnya tentang budaya literasi, filososfi-filosofi bangunan. Pokoknya banyak. Kalau dijabarkan satu persatu malah gak jadi-jadi review bukunya. hehehe

Yang pasti, buku ini se-luar biasa itu efeknya. Senada dengan apa yang pernah dikatakan oleh Ustadz Budi Ashari. Muslim itu harusnya gak perlu sering-sering ikut kelas motivasi, kelas inspirasi, pengembangan diri.

Cukup baca sejarah peradaban Islam, bakal dapat tuh jutaan inspirasi dari sana.  Karena peradaban Islam bertabur sosok-sosok hebat nan inspratif. 

Nah, ini nih fungsinya sejarah. Biar kita bisa mengambil pelajaran dan inspirasi dari peristiwa. Misalnya pas baca satu kisah, woooww ternyata begini ya, woooww… mau donk bisa berbuat kaya tokoh A, B, C, …, ooh ternyata tempat ini sejarahnya begini ya?

Buku The Untold Islamic History salah satu buku yang memenuhi kriteria itu. Tidak sekedar untuk menghafal nama orang, tempat, dan tanggal yang seringkali membuat kita bosan.

Apalagi sang penulis mengemas kisah-kisah dibuku ini dalam bentuk storytelling dilengkapi ilustrasi menari nan ketjeh disetiap halamannya. Berasa seperti lagi diceritain kisah seru sama teman sendiri. 

So, feeling bahwa sejarah itu sesuatu yang membosankan, terhempas jauh oleh buku karya alumni Universitas Al Azhar dan Universitas Islam Madinah ini.

The Untold Islamic History berhasil menciptakan spek cara belajar sejarah yang asyik. Terutama tentang sejarah Islam yang selama ini kurang terasa gaungnya. Walhasil banyak generasi dan keluarga muslim yang salah memilih panutan.

Padahal, ada banyak tokoh Muslim yang layak dan pantas dijadikan role model. Ibaratnya mau apa juga ada. Pemimpin pemerintahan, guru, dokter, ilmuwan, pokonya paket komplit.

Buku karya founder @gen.saladin ini dibuka dengan “Keadaan Dunia Sebelum Muhammad”. Dari sini kita sudah bisa lihat kalau wajah peradaban tuh mengalami perubahan drastis setelah datangnya Islam.

Nih, supaya Sobat Waode lebih yakin saya spill beberapa bagian bukunya.  


Seperti pada gambar diatas cerita Bunda Hajar tak lagi soal bolak-balik mengambil air Zam-Zam tapi tentang bagimana seorang penguasa wilayah mau berbagi dengan para pendatang.

Berbeda jauh dengan orang-orang yang diceritakan sebelum lembar ini.

Kepedulian Edgar Hamas pada sejarah berakar dari bagaimana ia mengenal sejarah. Misal salah satunya waktu SMP.

“Sejak SMP, aku sangat suka pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, tapi guruku tidak pernah memakai kurikulum yang biasa. Beliau mengajak kami ke Islamic Bookfair dan membeli SIrah Nabawiyah.

Kitab itu kita kaji sejak kelas 1 sampai menjelang kelulusan. Setiap pekan kami membahas profil satu sahabat Rasulullah”

Saking terobsesinya dulu aku pada hidup para Sahabat, sepekan aku berusaha melembut-lembutkan perangaiku, meniru Abu Bakar, tapi pekan depan aku meniru kesangaran Umar bin Khaththab.

Konyol memang, tapi itu masa remaja paling hebat dalam hidupku.”

Keren kan? Sejarah itu kalau disajikan secara asyik, inspirasinya long lasting. Dan hasilnya bye-bye masa remaja penuh kegalauan atau istilan kerennya “masa mencari jati diri”. 

Belajar sejarah bisa jadi inspirasi untuk memetakan jati diri sejak dini. Agar saat baligh bisa langsung berkiprah sebagaimana generasi emas peradaban Islam. 

So, buku ini sangat direkomendasikan untuk jadi bahan bacaan keluarga. Bacaan ringan namun berbobot berat dan bisa jadi pemantik diskusi-diskusi hebat. 


 

 

 

 
 

 




Posting Komentar