Sebuah tempat menarikan aksara. Blog link

Table of Content

#ReviewBuku "Jalan Lurus"


 Deskripsi :

Judul : Jalan Lurus -Memungut Asa di Sepanjang Jalan Menuju Aqsa-

Penulis : Arham Rasyid

Tahun Terbit : 2020

Review :

Jadi, buku ini tuh hasil karya salah satu seleb facebook asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Bagi yang sering baca postingannya, pasti sudah hafal sama gaya nulis sesebapak ini. Hampir semua tulisannya mengandung unsur humor. 

Nah, saat nulis buku ini pun ciri khas  itu tetap ada. Meski halaman awal buku mengisahkan kejadian tragis travel bermasalah yang sempat viral beberapa tahun silam, tapi pembaca tetap bisa dibikin senyam-senyum pas baca.

Tragedi gagal berangkat umroh ini dijadikan lah status facebook beliau. Qadarullah, ada 3-4 oknum yang menawari untuk berangkat umroh gratis. Tapi, lagi-lagi berangkatnya tetap batal juga.  

“Nyerah? Nehi!. Kota Roma tidak dibangun dalam sehari. Putus asa is not my middle name. Saya terlanjur dicekoki kisah-kisah motivasi dari orang-orang sukses yang berkali-kali gagal. Mulai dari Thomas Alfa Edison hingga Kolonel Sanders.

Saya pun selalu mem-back-up mimpi-mimpi dengan ikhtiar dan doa-doa. Sebab jika hanya sekedar modal mimpi belaka tanpa mengandalkan yang lain, saya percaya hal itu hanya akan memperbesar peluang kita diprospek jadi downline.”  

Kegagalan demi kegagalan berangkat ternyata berbuah manis. Yang tadinya hanya niat berangkat sendiri, malah jadi bersama istri dan dua anak. Niat awal hanya ingin umroh, malah Allah perjalankan hingga tanah Syam. Semuanya secara GRATIS. Masya Allah. 

Mengikuti liku keberangkatan Bang Arham sekeluarga kembali membenarkan anekdot bahwa “Allah tidak memanggil yang mampu tapi meMAMPUkan yang TERPANGGIL”

So, mari terus berikhtiar menjadi tamu-Nya. Perkara berhasil atau tidak, itu bukan lagi urusan kita. Biarkan Allah menjadi eksekutor untuk hasil akhirnya. Kalau kata Bang Arham “Manusia bisa mencipta duit dan kuota (haji), tetapi jangan lupa ada Allah pencipta langit dan alam semesta”

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai langkah memantaskan diri untuk menjadi tamu-Nya. Misalnya dengan membaca literartur-literatur seputar Tanah Suci. Buku ini bisa menjadi salah satu literatur bagi yang ingin bacaan ringan seputar ibadah umroh. 

Terlebih pada Halaman 53 penulis membagikan 50 tips ringan dan adab-adab umroh berdasarkan pengalaman langsung dan orang-orang yang pernah umroh. Saat baca bagian ini, saya mengangguk-angguk setuju. Kadang ada hal-hal yang tampak sepeleh namun ternyata bisa berakibat fatal. 

Contohnya seperti tips berikut ini “Saat tahalul, teliti dulu barber shop-nya sebelum deal. Cari yang fasilitasnya agak bagus untuk preventif kesehatan, alat-alat cukurnya selalu disterilisasi dengan Ultra Violet Light. Hati-hati pakai alat cukur berjamaah”

Ini tuh kadang jadi hal yang disepelekan. Padahal, ada lho penyakit yang bisa nular lewat alat-alat seperti ini. 

Saat membaca cerita perjalanan Bang Arham dan romobongan menuju Al-Aqsa, rasanya mupeng maksimal. Terlebih pada tempat yang menjadi saksi atas kejadian-kejadian dalam Al-Qurán seperti Petra, Laut Mati, dll. Bisa dipastikan, ada sensasi tersendiri saat menyaksikan secara langsung wilayah-wilayah yang Allah mention dalam kitab Suci-Nya.

Semoga suatu saat Allah perkenankan juga kaki ini menapak di Tanah Syam yang diberkahi. Mengunjungi dan beribadah di qiblat pertama umat Islam -Masjidil Aqsa-. Aamiin yaa rabbal alamin. 

Selain cerita perjalanan, buku ini juga dilengkapi tips memasuki kawasan paling horor bagi para pelancong muslim yaitu imigrasi Israel. Sebuah tempat yang lolos atau tidaknya ditentukan oleh mood para penjaga. 

So, buku ini recomended bagi pembaca yang tengah menghimpun mimpi menuju 3 Tanah Suci. 

Posting Komentar